Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Juli 2014

KLIK and edit. ...
Yup, sejak adanya kamera hp. ..sekarang semua pada narsis n selfie he he he
Gak ketinggalan diriku....
Jadilah beberapa foto yg da di edit menggunakan aplikasi yg ada di smart gadget.

Rabu, 15 Mei 2013

Hidup sebebas burung yang terbang kemana pun dia mau memanglah menyenangkan, tapi kebebasannya bisa membuatnya terjerat pada jerat yang terpasang tanpa diketahuinya, atau pada kesenangan orang lain dalam memburunya.

Ada banyak hal yang ternyata, ga harus semau dan sesuka kita bahkan terlalu sering yang kita lakukan, adalah hal yang seakan kita tahu  atau lebih tahu banyak namun kenyataannya, kita tidak tahu apa apa melainkan hanya sebuah tekad atas nama kebebasan.

Menjaga diri dari sebuah kebebasan, maka orang akan berbicara aturan dan hukum yang ada yang bisa membatasinya, namun tetap saja banyak yang melanggar dan tidak mematuhinya.

kebebasan, adalah hak yang dimiliki semua orang tapi tidak semua bisa memahami arti kebebasan itu secara benar dalam hidupnya. Pada dasarnya, kebebasan itu mempunyai tanggung jawab dan tak hanya sekedar sebuah hak.

Hiduplah sebebas burung, tapi janganlah lupa ketika semua yang terjadi yg disebabkan oleh kebebasan itu, adalah hal yang harus berani dipertanggung jawabkan sebagaimana kita berani bertindak bebas.

Bertindaklah sebebas yang kita mau, tapi pahamilah setiap tindakan kita, agar kita tidak hanya menyesalinya tapi kita menyadarinya ketika semua yang kita lakukan itu adalah sebuah tindakan yang punya resiko.

Hidup ini tak hanya sekedar berani berbuat/bebas dan berani bertanggung jawab, tapi sudahkah kebebasan mu membuat mu terjaga dan tersadar dari perilaku dan pola pikir kita tentang kehidupan yang masih harus kita jalani, putuskan dan nikmati??

Pertanyaan ini, berkali kali saya dengarkan dan jawaban terbanyak adalah memilih untuk dicintai.
apa ada yang salah dengan mencintai ????
Tidak ada yang salah dengan kata mencintai, tapi realitanya manusia lebih memilih dicintai daripada mencintai. Membuktikan manusia membutuhkan kasih sayang dalam hidupnya.
Sekuat apapun manusia itu, dirinya tetaplah rapuh dan mendambakan kasih sayang dalam hidupnya.
Tidak salah, ketika kita ingin dicintai dan itu manusiawi.

Namun, seringlah saya mendengar.....manusia lebih memilih untuk dicintai karena lelah dan sakit hati atau kecewa yang dirasanya karena cinta yang tak berbalas.
Inilah yang seringkali, sulit bagi orang untuk bisa salingmencintai.

UNtuk saya secara pribadi, saya lebih memilh untk mencintai dari pada mencintai,sekalipun cinta itu tidak berbalas. Karena kalo saya hanya mengejar cinta yang berbalas, maka bagi saya....sama halnya saya hanya ingin dicintai. Saya percaya, ketika kita memilih untuk mencintai, maka hidup ini akan selalu memberikan warna tersendiri.

Mencintai itu emang tidak muda, tapi mencintai itu akan mengajarkan kita tentang sebuah ketulusan akan kasih.

Sebagaiamana ALLAH mencintai umat-NYA, sampai IA rela mengorbankan diri-NYA hanya karena kasih-NYA kepada manusia yang dicintai-NYA. IA tak berharap manusia mencintainya tapi IA menginginkan agar manusia yang dikasihi-NYA bisa diselamatkan.


Ketika kita mencintai, kita sedang menumbuhkan rasa cinta yang menyadarkan betapa cinta itu tidak EGOIS, sehingga hanya berharap ingin dicintai dan tak berharap untuk mencintai.

Belajarlah untuk mencintai, sekalipun yang kita rasakan adalah cinta yang tak berbalas, tapi yakinlah dalam hati mu, saat kita mencintai, kita sedang menumbuhkan cinta yang hilang dalam hidup seseorang0orang orang yang sedang kita cintai.

Minggu, 02 Oktober 2011


Ada seorang petani miskin memiliki seekor kuda putih yg sangat cantik dan gagah.
Suatu hari, seorg saudagar kaya ingin membeli kuda itu & menawarkan harga yg sangat tinggi. Sayang si petani miskin itu tidak menjualnya. Teman-temannya menyayangkan & mengejek dia karna tdk menjual kudanya itu.
Keesokan hari nya, kuda itu hilang dr kandangnya. Maka teman-teman nya berkata : sungguh jelek nasibmu, padahal klo kemarin di jual kamu kaya, skrg kudamu sdh hilang. Si petani miskin hanya diam saja.
Beberapa hari kemudian, kuda si petani kembali bersama 5 ekor kuda lainnya. Lalu teman-teman nya berkata : wah beruntung sekali nasibmu, ternyata kudamu membawa keberuntungan. Si petani hanya diam saja.
Beberapa hari kemudian, anak si petani yg sedang melatih kuda-kuda baru mereka terjatuh dan kakinya patah. teman-teman nya berkata : rupanya kuda-kuda itu membawa sial, lihat skrg anakmu kakinya patah. Si petani tetap diam tanpa komentar.
Seminggu kemudian terjadi peperangan di wilayah itu, semua anak muda di desa dipaksa utk berperang, kecuali si anak petani karna tdk bisa berjalan. teman-teman nya mendatangi si petani sambil menangis : beruntung sekali nasibmu karna anakmu tdk ikut berperang, kami hrs kehilangan anak-anak kami.
Si petani kemudian berkomentar : Janganlah terlalu cepat membuat kesimpulan dgn mengatakan nasib baik atau jelek, semuanya adalah suatu rangkaian proses. Syukuri & terima keadaan yg terjadi saat ini, apa yg kelihatan baik hari ini belum tentu baik utk hari esok. Apa yg buruk hari ini belum tentu buruk utk hari esok.
By : Unknown

Selasa, 06 September 2011

 
*Kisah Nyata dari Singapura tentang Penghormatan kepada Orangtua*

Terlampir di bawah ini adalah Kisah Nyata dari Negeri tetangga beberapa dekade lalu yang cukup menghebohkan hingga Perdana Menteri saat itu, Lee Kwan Yew senior turun tangan dan mengeluarkan dekrit tentang orang lansia di Singapura.

Dikisahkan ada orang kaya raya di sana mantan Pengusaha sukses yang mengundurkan diri dari dunia bisnis ketika istrinya meninggal dunia. Jadilah ia single parent yang berusaha membesarkan dan mendidik dengan baik anak laki-laki satu-satunya hingga mampu mandiri dan menjadi seorang Sarjana.

Kemudian setelah anak semata wayangnya tersebut menikah, ia minta ijin kepada ayahnya untuk tinggal bersama di Apartemen Ayahnya yang mewah dan besar. Dan ayahnya pun dengan senang hati mengijinkan anak menantunya tinggal ber-sama2 dengannya. Terbayang dibenak orangtua tersebut bahwa apartment nya yang luas dan mewah tersebut tidak akan sepi, terlebih
jika ia mempunya cucu. Betapa bahagianya hati bapak tersebut bisa berkumpul dan membagi kebahagiaan dengan anak dan menantunya.

Pada mulanya terjadi komunikasi yang sangat baik antara Ayah-Anak-Menantu yang membuat Ayahnya yang sangat mencintai anak tunggalnya itu tersebut tanpa sedikitpun ragu-ragu menghibahkan seluruh harta kekayaan termasuk apartment yang mereka tinggali, dibaliknamakan ke anaknya itu melalui Notaris terkenal di sana .

Tahun-tahun berlalu, seperti biasa, masalah klasik dalam rumah tangga, jika anak menantu tinggal seatap dengan orang tua, entah sebab mengapa, suatu hari mereka bertengkar hebat, yang pada akhirnya, anaknya tega mengusir sang Ayah keluar dari apartment mereka yang ia warisi dari Ayahnya.

Karena seluruh hartanya, Apartemen, Saham, Deposito, Emas dan uang tunai sudah diberikan kepada anaknya, mulai hari itu dia menjadi pengemis di Orchard Rd.  

Bayangkan, orang kaya mantan pebisnis yang cukup terkenal di Singapura tersebut, tiba-tiba menjadi pengemis!

Suatu hari, tanpa disengaja melintas mantan teman bisnisnya dulu dan
memberikan sedekah, dia langsung mengenali si ayah ini dan menanyakan kepadanya, apakah ia teman bisnisnya dulu. Tentu saja, si ayah malu dan menjawab bukan, mungkin Anda salah orang, katanya.

Akan tetapi temannya curiga dan yakin, bahwa orang tua yang mengemis di Orchad Road itu adalah temannya yang sudah beberapa lama tidak ada kabar beritanya. Kemudian, temannya ini mengabarkan hal ini kepada teman2-nya
yang lain, dan mereka akhirnya bersama-sama mendatangi si Ayah.

Semua mantan sahabat karibnya tersebut langsung yakin bahwa pengemis tua itu adalah mantan pebisnis kaya yang dulu mereka kenal. Dan dihadapan para sahabatnya, si ayah dengan menangis ter-sedu2, dia menceritakan semua kejadian yang sudah dialaminya. Maka, terjadilah kegemparan disana, karena semua orangtua di sana merasa sangat marah terhadap anak
yang sangat tidak bermoral itu.

Kegemparan berita tersebut akhirnya terdengar sampai ke telinga PM Lee Kwan Yew Senior.

PM Lee sangat marah dan langsung memanggil anak dan menantu durhaka
tersebut. Mereka dimaki-maki dan dimarahi habis-habisan oleh PM Lee, dan PM Lee mengatakan "Sungguh sangat memalukan bahwa di Singapura ada anak durhaka seperti mereka" .

Lalu PM Lee memanggil sang Notaris dan saat itu juga surat hibah itu
dibatalkan demi hukum! Dan surat hibah yang sudah baliknama ke atas nama anaknya tersebut disobek-sobek oleh PM Lee. Sehingga semua harta milik yang sudah dihibahkan tersebut kembali ke atas nama Ayahnya, bahkan anak
menantu itu sejak saat itu dilarang masuk ke Apartment ayahnya.

Mr Lee Kwan Yew ini ternyata terkenal sebagai orang yang sangat berbakti
kepada orangtuanya dan menghargai para lanjut usia (lansia). Sehingga, agar kejadian serupa tidak terulang lagi, Mr Lee mengeluarkan, kebijakan / Dekrit yaitu "Larangan kepada para orangtua untuk tidak
menghibahkan harta bendanya kepada siapapun sebelum mereka meninggal "

Kemudian, agar para lansia itu tetap dihormati dan dihargai hingga akhir hayatnya, maka dia buat Kebijakan berupa Dekrit lagi, yaitu agar semua Perusahaan Negara dan swasta di Singapura memberi pekerjaan kepada para lansia. Agar para lansia ini tidak tergantung kepada anak menantunya dan mempunyai penghasilan sendiri dan mereka sangat bangga bisa memberi
angpao kepada cucu-cucunya dari hasil keringat mereka sendiri selama 1 th bekerja.

Anda tidak perlu heran jika Anda pergi ke Toilet di Changi Airport,
Mall, Restaurant, Petugas cleaning service adalah para lansia. Jadi selain para lansia itu juga bahagia karena di usia tua mereka masih bisa bekerja, juga mereka bisa bersosialisasi dan sehat karena banyak bergerak.

Satu lagi sebagaimana di negeri maju lainnya, PM Lee juga memberikan pendidikan sosial yang sangat bagus buat anak2 dan remaja di sana, bahwa pekerjaan membersihkan toilet, meja makan diresto dsbnya itu bukan
pekerjaan hina, sehingga anak2 tsb dari kecil diajarkan untuk tahu menghargai orang yang lebih tua, siapapun mereka dan apapun profesinya.

Sebaliknya, Anak di sana dididik menjadi bijak dan terus memelihara rasa
hormat dan sayang kepada orangtuanya, apapun kondisi orangtuanya.
Meskipun orangtua mereka sudah tidak sanggup duduk atau berdiri,atau mungkin sudah selamanya terbaring diatas tempat tidur, mereka harus tetap menghormatinya dengan cara merawatnya.

Mereka, warganegara Singapura seolah diingatkan oleh PM Lee agar selalu mengenang saat mereka masih balita, orangtua mereka-lah yang membersihkan tubuh mereka dari semua bentuk kotoran, memberi pula yang memberi makan dan kadang menyuapinya dengan tangan mereka sendiri, dan menggendongnya kala mereka menangis meski dini hari dan merawatnya ketika mereka sakit.
Bagaimana dengan kita, sudahkah hidup kita menyatakan kasih Kristus?
By: Unknown From Milis

Leave Your Comments

Please "LIKE"this PAGE

Opini_saya dan Page Berbagi Renungan Harian

Blogroll