Tampilkan postingan dengan label Copas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Copas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Juni 2013

Ada kegundahan tersendiri yang dirasakan seekor anak katak ketika langit tiba-tiba gelap. "Bu, apa kita akan binasa. Kenapa langit tiba-tiba gelap?" ucap anak katak sambil merangkul erat lengan induknya. Sang ibu menyambut rangkulan itu dengan belaian lembut.

"Anakku," ucap sang induk kemudian. "Itu bukan pertanda kebinasaan kita. Justru, itu tanda baik." jelas induk katak sambilterus membelai. Dan anak katak itu pun mulai tenang.

Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama. Tiba-tiba angin bertiup kencang. Daun dan tangkai kering yang berserakan mulai berterbangan. Pepohonan meliuk-liuk dipermainkan angin. Lagi-lagi, suatu pemandangan menakutkan buat si katak kecil. "Ibu, itu apa lagi? Apa itu yang kita tunggu-tunggu? " tanya
si anak katak sambil bersembunyi di balik tubuh induknya.

"Anakku. Itu cuma angin," ucap sang induk tak terpengaruh keadaan. "Itu juga pertanda kalau yang kita tunggu pasti datang!" tambahnya begitu menenangkan. Dan anak katak itu pun mulai tenang. Ia mulai menikmati tiupan angin kencang yang tampak menakutkan.

"Blarrr!!!" suara petir menyambar-nyambar. Kilatan cahaya putih pun kian menjadikan suasana begitu menakutkan. Kali ini, si anak katak tak lagi bisa bilang apa-apa. Ia bukan saja merangkul dan sembunyi di balik tubuh induknya. Tapi juga gemetar. "Buuu, aku sangat takut. Takut sekali!" ucapnya sambil terus memejamkan mata.

"Sabar, anakku!" ucapnya sambil terus membelai. "Itu cuma petir. Itu tanda ketiga kalau yang kita tunggu tak lama lagi datang! Keluarlah. Pandangi tanda-tanda yang tampak menakutkan itu. Bersyukurlah, karena hujan tak lama lagi datang," ungkap sang induk katak begitu tenang.

Anak katak itu mulai keluar dari balik tubuh induknya. Ia mencoba mendongak, memandangi langit yang hitam, angin yang meliuk-liukkan dahan, dan sambaran petir yang begitu menyilaukan. Tiba-tiba, ia berteriak kencang, "Ibu, hujan datang. Hujan datang! Horeeee!"

Anugrah hidup kadang tampil melalui rute yang tidak diinginkan. Ia tidak datang diiringi dengan tiupan seruling merdu. Tidak diantar oleh dayang-dayang nan rupawan. Tidak disegarkan dengan wewangian harum.

Saat itulah, tidak sedikit manusia yang akhirnya dipermainkan keadaan. Persis seperti anak katak yang takut cuma karena langit hitam, angin yang bertiup kencang, dan kilatan petir yang menyilaukan. Padahal, itulah sebenarnya tanda-tanda hujan.

Benar apa yang diucapkan induk katak: jangan takut melangkah, jangan sembunyi dari kenyataan, sabar dan hadapi. Karena hujan yang ditunggu, pasti akan datang. Bersama kesukaran ada kemudahan. Sekali lagi, bersama kesukaran ada kemudahan.

Matius 1:23b Dan mereka akan menamakan DIA Immanuel, yang berarti : ALLAHmenyertai kita.

-Anonim


ENAM PERTANYAAN
YANG PATUT DIRENUNGKAN

Suatu hari Seorang Guru berkumpul dengan murid-muridnya. ..
Lalu beliau mengajukan enam pertanyaan.. .

Pertama...
"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab...
"orang tua", "guru", "teman", dan
"kerabatnya" ...
Sang Guru menjelaskan semua jawaban itu benar...
Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "kematian".. .
Sebab kematian adalah PASTI adanya.....

Lalu Sang Guru meneruskan pertanyaan kedua...
"Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab...
"negara Cina", "bulan", "matahari", dan
"bintang-bintang" ...


Lalu Sang Guru menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah
benar...
Tapi yang paling benar adalah "masa lalu"...
Siapa pun kita... bagaimana pun kita...dan betapa kayanya kita... tetap
kita TIDAK bisa kembali ke masa lalu...
Sebab itu kita harus menjaga hari ini... dan hari-hari yang akan
datang..

Sang Guru meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga...
"Apa yang paling besar di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab
"gunung", "bumi", dan "matahari".. .

Semua jawaban itu benar kata Sang Guru ...

Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "nafsu"...
Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya...
Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu...
Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini... jangan sampai
nafsu membawa kita ke neraka (atau kesengsaraan dunia dan akhirat)...

Pertanyaan keempat adalah...
"Apa yang paling berat di dunia ini...???"
Di antara muridnya ada yang menjawab...
"baja", "besi", dan "gajah"...
"Semua jawaban hampir benar...", kata Sang Guru ..
tapi yang paling berat adalah "memegang amanah"...

Pertanyaan yang kelima adalah... "Apa yang paling ringan di dunia
ini...???"
Ada yang menjawab "kapas", "angin", "debu", dan
"daun-daunan" ...
"Semua itu benar...", kata Sang Guru...


tapi yang paling ringan di dunia ini adalah "meninggalkan ibadah"...

Lalu pertanyaan keenam adalah...
"Apakah yang paling tajam di dunia ini...???"
Murid-muridnya menjawab dengan serentak... "PEDANG...!! !"
"(hampir) Benar...", kata Sang Guru
tetapi yang paling tajam adalah "lidah manusia"...
Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati... dan
melukai perasaan saudaranya sendiri...

Sudahkah kita menjadi insan yang selalu ingat akan KEMATIAN...
senantiasa belajar dari MASA LALU...
dan tidak memperturutkan NAFSU...???
Sudahkah kita mampu MENGEMBAN AMANAH sekecil apapun...
dengan tidak MENINGGALKAN IBADAH....
serta senantiasa MENJAGA LIDAH kita...???

=Anonim

Kamis, 13 Juni 2013


Saya Bersyukur :

Untuk Istri
Yang memberiku makanan yang sama dengan malam kemarin,
Karena Istriku DIRUMAH malam ini, dan TIDAK bersama orang lain ...

BERSYUKUR UNTUK SUAMI
Yang duduk bermalasan di Sofa, Sambil baca koran males-malesan,
Karena doi bersama aku dirumah dan Tidak keluyuran .. apalagi ke Bar malem ini.

Bersyukur untuk anakku
Yang selalu PROTES dirumah Karena artinya ... dia sedang dirumah dan TIDAK sedang keluyuran di jalanan

BERSYUKUR untuk Pajak yang saya bayar karena artinya ...
Saya bekerja ... atau Punya penghasilan ...

BERSYUKUR untuk rumah yang berantakan.. .
Karena artinya saya masih punya kesempatan melayani orang-orang yang mengasihi saya ...

BERSYUKUR untuk baju yang mulai kesempitan karena artinya ...
Saya bisa lebih dari cukup untuk makan ...

BERSYUKUR pada Bayangan yang mengikutku
Karena artinya ...
Aku tidak disilaukan oleh Matahari ...

BERSYUKUR untuk Kebun yang harus dirapikan dan perkara yang harus dibetulkan dirumah .. !!

Karena artinya ... saya punya Rumah !!!

BERSYUKUR akan berita orang yang lagi DEMO .
karena artinya
Kiat masih PUNYA kebebasan untuk berbicara

BERSYUKUR untuk dapat tempat parkir yang paling jauh ...
Karena artinya saya masih bisa berjalan kaki .
dan diberkati dengan kendaraan yang saya bisa bawa ...

BERSYUKUR pada wanita yang duduk dibelakangku yang nyanyi FALS Karena artinya ....
saya masih bisa mendengar

BERSYUKUR untuk Cucian ...
Karena artinya ... saya punya baju yang bisa dipakai ...

BERSYUKUR karena kepenatan dan kelelahan kerja setiap hari ...
karena artinya ... SAYA mampu bekerja keras setiap hari ...

BERSYUKUR mendengar Alarm yang mengganggu di pagi hari ...
Karena artinya ... SAYA MASIH HIDUP .

AKHIRNYA .... BERSYUKUR dengan RENUNGAN yang SAYA BACA..
KARENA ARTINYA HIDUP INI LUAR BIASA.. !!

SHARELAH RENUNGAN INI, kepada orang yang anda kasihi ... . AGAR MEREKA DAPAT BERUCAP SYUKUR

Hiduplah, Tertawalah, & Kasihi sesama dengan seluruh HATIMU .. !!- lrk

Kamis, 19 Januari 2012

Ada seorang Ayah dalam sebuah keluarga. Ia adalah seorang pekerja keras yang mencukupi seluruh kebutuhan hidup bagi istri dan ketiga anaknya. Ia menghabiskan malam sesudah bekerja dengan menghadiri kursus-kursus, untuk mengembangkan dirinya dengan harapan suatu hari nanti dia bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lebih baik.

Kecuali hari Minggu, sang Ayah sangat susah untuk bisa makan bersama-sama keluarganya. Dia bekerja dan belajar sangat keras karena dia ingin menyediakan keluarganya apa saja yang bisa dibeli dengan uang.

Setiap kali keluarganya mengeluh kalau dia tidak punya cukup waktu dengan mereka, dia selalu beralasan bahwa semuanya ini dilakukan untuk mereka. Tetapi seringkali juga, dia sangat berkeinginan untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya.

Suatu hari tibalah saatnya hasil ujian diumumkan. Dengan sangat gembira, sang Ayah ini lulus, dengan prestasi gemilang pula! Segera sesudah itu, dia ditawarkan posisi yang baik sebagai Senior Supervisor dengan gaji yang menarik.

Seperti mimpi yang menjadi kenyataan, sekarang sang Ayah mampu memberikan keluarganya kehidupan yang lebih mewah, seperti pakaian yang indah-indah, makanan-makanan enak dan juga liburan ke luar negeri.

Namun, keluarganya masih saja tidak bisa bertemu dengan sang Ayah hampir dalam seluruh minggu. Dia terus berkerja sangat keras, dengan harapan bisa dipromosikan ke jabatan Manager. Nyatanya, untuk membuat dirinya calon yang cocok untuk jabatan itu, dia mendaftarkan diri pada kursus lain di Universitas Terbuka. Lagi, setiap saat keluarganya mengeluh kalau sang Ayah tidak menghabiskan cukup waktu untuk mereka, dia beralasan bahwa dia melakukan semua ini demi mereka.

Tetapi, seringkali lagi dia sangat berkeinginan untuk menghabiskan lebih banyak waktu lagi dengan keluarganya.

Kerja keras Sang Ayah berhasil dan dia dipromosikan. Dengan penuh sukacita, dia memutuskan untuk memperkerjakan seorang pembantu untuk membebaskan istrinya dari tugas-tugas rutinnya. Dia juga merasa kalau flat dengan tiga kamar sudah tidak cukup besar lagi, akan sangat baik untuk keluarganya bisa menikmati fasilitas dan kenyamanan sebuah kondominium.

Setelah merasakan jerih payah kerja kerasnya selama ini, sang Ayah memutuskan untuk lebih jauh lagi belajar dan bekerja supaya bisa dipromosikan lagi. Keluarganya masih tidak bisa sering bertemu dengan dia. Kenyataannya, kadang-kadang sang Ayah harus bekerja di hari Minggu untuk menemani tamu-tamunya.

Lagi, setiap kali keluarganya mengeluh kalau dia tidak menghabiskan cukup waktu dengan mereka, dia beralasan kalau semua ini dilakukan demi mereka. Tetapi, seringkali lagi dia sangat berkeinginan untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarganya.

Seperti yang diharapkan, kerja keras sang Ayah berhasil lagi dan dia membeli sebuah kondominium yang indah yang menghadap ke pantai.

Pada malam pertama di rumah baru mereka, sang Ayah mengatakan kepada keluarganya bahwa dia memutuskan untuk tidak mau mengambil kursus dan mengejar promosi-promosi lagi. Sejak saat itu dia ingin memberikan lebih banyak waktu lagi untuk keluarganya.

Namun, sang Ayah tidak bangun-bangun lagi keesokan harinya .....

Pertanyaan untuk Refleksi: Apakah anda bekerja untuk hidup atau hidup untuk bekerja? (Anonim)

Minggu, 06 November 2011

Dalam pertandingan olahraga, setiap tim mempunyai anggota yang bertugas untuk menjaga pertahanan, juga ada anggota yang bertugas untuk menyerang. Dalam pertandingan iman, Allah memberikan semua kelengkapan senjata. Ada senjata yang dipakai untuk bertahan dan ada pula yang dipakai untuk menyerang [Ef 6:10].
Rasul Paulus memilih untuk mengarahkan pandangannya kepada tujuan akhir yang akan dicapai [Flp 3:14]. Runtuhkan semua keangkuhan manusia yang menentang pengenalan akan Allah [2 Kor 2:4]. Ingatlah bahwa Allah yang memberikan kekuatan untuk memperoleh kekayaan [Ul 8:11-20]. Jangan sampai keangkuhan manusiawi membuat kita meniadakan Allah di dalam hidup ini.
 
Tembok Kekafiran
Bangsa Israel meruntuhkan tembok Yerikho/ tembok kekafiran dengan puji-pujian dan sorak sorai [Yos 6:20; Yos 2:1-2]. Kekafiran menyebabkan Demas lebih mencintai dunia dan meninggalkan Tuhan [2 Tim 4:9].
 
Tembok Kemunafikan
Orang-orang munafik seperti tembok kubur yang dikapur putih namun kotor di dalamnya. Allah akan menghakimi orang-orang seperti ini [Mat 23:27-28; Kis 23:1-3]. Tunjukkan identitas hidup kita sebagai anak-anak Tuhan sebab Tuhan mengetahui sampai ke dasar hati kita yang paling dalam. Jauhkan segala sikap kemunafikan dari hidup kita dan hiduplah dalam kebenaran sehingga kita berkenan di hadapan Allah.
 
Tembok Kekayaan
Orang kaya hanya memikirkan kekayaannya dan menjadi tamak, hanya memikirkan dirinya sendiri [Ams 18:11; Luk 12:13]. Cinta akan uang tidak memberi kebahagiaan namun membuat seseorang menyimpang dari iman dan bahkan menyebabkan jatuh ke dalam kebinasaan [1 Tim 6:6-10]. Berpada / cukupkan diri kita dengan apa yang ada, jauhkan segala sifat tamak dalam kehidupan kita.
 
Hanya orang-orang yang bertahan sampai kepada kesudahannya akan selamat [Mat 10:22]. Kedurhakaan membuat kasih menjadi dingin. Alkitab mengajarkan kita untuk tidak mundur namun tetap bertahan dan mengasihi Tuhan. Tunjukkan kasih kepada Tuhan dengan setia [Rut 3:8; Rom 8:33]. Tetap berjuang untuk mempertahankan iman dan memperoleh mahkota [Yud 1:3; Why 3:8-11; 2 Tim 4:7].
 
Allah senantiasa memberikan kemenangan bagi kita baik pada saat kita perlu untuk menyerang, meruntuhkan semua tembok, maupun pada saat kita harus bertahan sampai kesudahannya.
 
Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi. 1 Timotius 6:12.(Oleh Pdt. Paul Runkat-GPdI Singapura).
 
Dari Milis GPdI

Minggu, 02 Oktober 2011


Ada seorang petani miskin memiliki seekor kuda putih yg sangat cantik dan gagah.
Suatu hari, seorg saudagar kaya ingin membeli kuda itu & menawarkan harga yg sangat tinggi. Sayang si petani miskin itu tidak menjualnya. Teman-temannya menyayangkan & mengejek dia karna tdk menjual kudanya itu.
Keesokan hari nya, kuda itu hilang dr kandangnya. Maka teman-teman nya berkata : sungguh jelek nasibmu, padahal klo kemarin di jual kamu kaya, skrg kudamu sdh hilang. Si petani miskin hanya diam saja.
Beberapa hari kemudian, kuda si petani kembali bersama 5 ekor kuda lainnya. Lalu teman-teman nya berkata : wah beruntung sekali nasibmu, ternyata kudamu membawa keberuntungan. Si petani hanya diam saja.
Beberapa hari kemudian, anak si petani yg sedang melatih kuda-kuda baru mereka terjatuh dan kakinya patah. teman-teman nya berkata : rupanya kuda-kuda itu membawa sial, lihat skrg anakmu kakinya patah. Si petani tetap diam tanpa komentar.
Seminggu kemudian terjadi peperangan di wilayah itu, semua anak muda di desa dipaksa utk berperang, kecuali si anak petani karna tdk bisa berjalan. teman-teman nya mendatangi si petani sambil menangis : beruntung sekali nasibmu karna anakmu tdk ikut berperang, kami hrs kehilangan anak-anak kami.
Si petani kemudian berkomentar : Janganlah terlalu cepat membuat kesimpulan dgn mengatakan nasib baik atau jelek, semuanya adalah suatu rangkaian proses. Syukuri & terima keadaan yg terjadi saat ini, apa yg kelihatan baik hari ini belum tentu baik utk hari esok. Apa yg buruk hari ini belum tentu buruk utk hari esok.
By : Unknown

Sabtu, 01 Oktober 2011


Sering kali kita tak dapat membedakan antara kekayaan dan kemuliaan, antara materi dan kepribadian..
Ketika orang hormat dan memuji, sesungguhnya mereka bukan menghormati pribadi kita, tapi harta yang mereka hormat dan kagumi! Namun kita selalu tak βϊșα membedakannya..
Suatu hari Anda jatuh miskin, mereka semua akan pergi meninggalkan Anda!
Mengapa?
Sebab Anda hanya memiliki
harta, namun harta yang Anda banggakan, kini telah raib meninggalkan Anda!
Sementara Anda tidak memiliki sesuatu apa pun dalam kepribadian..
Inilah masalahnya!
Tragis dan sangat menyedihkan..
Jangan salahkah siapa pun.. Salahkan diri sendiri yang hidup hanya memuji kekayaan materi..
Pemuji materi akan mendapat teman pemuji materi..
Tak perlu sakit hati dan mengatakan mereka tidak setia. kawan atau menuduh mereka materialis, sebab dari awal mereka memang hanya ingin bersahabat dengan harta Anda, bukan dengan pribadi Anda!
Pahami dan sadarilah.. Secara materi Anda kaya, namun dalam kepribadian Anda belum memiliki sesuatu apa pun..
Jangan menjadikan kekayaan materi sebagai kemuliaan hidup.. Kemuliaan hidup Anda ditentukan oleh kasih dan kearifan, moral dan kebajikan pribadi Anda..

Leave Your Comments

Please "LIKE"this PAGE

Opini_saya dan Page Berbagi Renungan Harian

Blogroll