Tampilkan postingan dengan label Notes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Notes. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Mei 2013


Markus 12:30-31 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."

Ada banyak orang yang katanya mengasihi ALLAH, yang katanya mengasihi suami atau isteri atau keluarganya, yang katanya mengasihi saudara-saudaranya, yang katanya dan katanya......

Tapi realitanya, kasih itu hanya sebatas ucapan dan karena keterikatan yang terjalin, seperti :pernikahan, persahabatan, hubungan darah, balas budi, dll demikian halnya kasih kita kepda TUHAN, karena kita berharap TUHAN memberkati kita.

Kasihilah adalah kalimat perintah untuk kita lakukan! Dan lakukannya jangan setengah setengah alias karena keterikatan keterikatan tersebut diatas.

Bila kita hanya mengandalkan keterikatan keterikatan itu, makabketika ada perselisihan atau kesalahpahaman, maka keterikatan keterikatan itu tidak akan memiliki arti dan kasih itu tinggallah sebuah ungkapan.

Tidak heran, dendam yang berkepanjangan dan sakit hati yang tak terobati serta benci yang mendarah daging telah memudarkan kasih itu.

Sbab itu milikilah kasih Allah itu dan hiduplah didalam kasih itu,maka kita dapat merefleksikan kasih itu, dengan sepenuhnya.

Karena kasih itu (1 Korintus 13:4-8 ) :

Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi ia bersukacita karena kebenaran.
Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
Kasih tidak berkesudahan;

Sudahkah kita mengasihi ALLAH dan sesama kita dengan benar?

Senin, 20 Mei 2013


Yohanes 1:6-7 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; 
ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.

Yohanes dipakai ALLAH untuk memberitakan bahwa YESUS adalah terang dunia dan terang hidup manusia. Ketika kita percaya kepada YESUS, manusia tidak ada dalam kegelapan. Sbab itu YESUS katakan, kamulah terang dunia (Matius 5:14)

Sudahkah kita menjadi terang dunia, dimana orang lain dapat melihat bahwa ada PRIBADI YESUS dalam kehidupan kita?
Dan oleh terang yang ada pada kita, banyak orang menjadi percaya kepada YESUS?

Kita memang bukan Yohanes Pembaptis, tapi ketika kita telah percaya kepada ALLAH maka kita pun memiliki kesempatan seperti Yohanes, menjadi saksi hidup lewat pengalaman pengalaman kita bersama YESUS.

Jadi, tidak ada alasan untuk berkata saya tidak bisa, karena didalam mu ada terang YESUS,kecuali TERANG itu tidak ada bersama kita.(Yohanes 3:20 Setiap orang yang berbuat jahat, benci kepada terang; ia tidak mau datang kepada terang, supaya perbuatannya yang jahat jangan kelihatan) -LRK

Tuhan Yesus memberkati

Rabu, 15 Mei 2013

Hidup sebebas burung yang terbang kemana pun dia mau memanglah menyenangkan, tapi kebebasannya bisa membuatnya terjerat pada jerat yang terpasang tanpa diketahuinya, atau pada kesenangan orang lain dalam memburunya.

Ada banyak hal yang ternyata, ga harus semau dan sesuka kita bahkan terlalu sering yang kita lakukan, adalah hal yang seakan kita tahu  atau lebih tahu banyak namun kenyataannya, kita tidak tahu apa apa melainkan hanya sebuah tekad atas nama kebebasan.

Menjaga diri dari sebuah kebebasan, maka orang akan berbicara aturan dan hukum yang ada yang bisa membatasinya, namun tetap saja banyak yang melanggar dan tidak mematuhinya.

kebebasan, adalah hak yang dimiliki semua orang tapi tidak semua bisa memahami arti kebebasan itu secara benar dalam hidupnya. Pada dasarnya, kebebasan itu mempunyai tanggung jawab dan tak hanya sekedar sebuah hak.

Hiduplah sebebas burung, tapi janganlah lupa ketika semua yang terjadi yg disebabkan oleh kebebasan itu, adalah hal yang harus berani dipertanggung jawabkan sebagaimana kita berani bertindak bebas.

Bertindaklah sebebas yang kita mau, tapi pahamilah setiap tindakan kita, agar kita tidak hanya menyesalinya tapi kita menyadarinya ketika semua yang kita lakukan itu adalah sebuah tindakan yang punya resiko.

Hidup ini tak hanya sekedar berani berbuat/bebas dan berani bertanggung jawab, tapi sudahkah kebebasan mu membuat mu terjaga dan tersadar dari perilaku dan pola pikir kita tentang kehidupan yang masih harus kita jalani, putuskan dan nikmati??

Pertanyaan ini, berkali kali saya dengarkan dan jawaban terbanyak adalah memilih untuk dicintai.
apa ada yang salah dengan mencintai ????
Tidak ada yang salah dengan kata mencintai, tapi realitanya manusia lebih memilih dicintai daripada mencintai. Membuktikan manusia membutuhkan kasih sayang dalam hidupnya.
Sekuat apapun manusia itu, dirinya tetaplah rapuh dan mendambakan kasih sayang dalam hidupnya.
Tidak salah, ketika kita ingin dicintai dan itu manusiawi.

Namun, seringlah saya mendengar.....manusia lebih memilih untuk dicintai karena lelah dan sakit hati atau kecewa yang dirasanya karena cinta yang tak berbalas.
Inilah yang seringkali, sulit bagi orang untuk bisa salingmencintai.

UNtuk saya secara pribadi, saya lebih memilh untk mencintai dari pada mencintai,sekalipun cinta itu tidak berbalas. Karena kalo saya hanya mengejar cinta yang berbalas, maka bagi saya....sama halnya saya hanya ingin dicintai. Saya percaya, ketika kita memilih untuk mencintai, maka hidup ini akan selalu memberikan warna tersendiri.

Mencintai itu emang tidak muda, tapi mencintai itu akan mengajarkan kita tentang sebuah ketulusan akan kasih.

Sebagaiamana ALLAH mencintai umat-NYA, sampai IA rela mengorbankan diri-NYA hanya karena kasih-NYA kepada manusia yang dicintai-NYA. IA tak berharap manusia mencintainya tapi IA menginginkan agar manusia yang dikasihi-NYA bisa diselamatkan.


Ketika kita mencintai, kita sedang menumbuhkan rasa cinta yang menyadarkan betapa cinta itu tidak EGOIS, sehingga hanya berharap ingin dicintai dan tak berharap untuk mencintai.

Belajarlah untuk mencintai, sekalipun yang kita rasakan adalah cinta yang tak berbalas, tapi yakinlah dalam hati mu, saat kita mencintai, kita sedang menumbuhkan cinta yang hilang dalam hidup seseorang0orang orang yang sedang kita cintai.

Rabu, 10 Oktober 2012

Dimana TUHAN?? Adalah pertanyaan yang seringkali kita lontarkan ketika kita sedang dalam masalah dan berharap, TUHAN ada dan segera menyelesaikan masalah kita. Seringkali kita merasa bahwa TUHAN tidak adil, TUHAN biarkan, TUHAN tidak peduli, apalagi ketika kita mulai berhitung dengan TUHAN, mulai dari kesetiaan kita, kebaikan yang kita tunjukkan, Kasih yang kita sebarkan, korban yang selalu lancar, waktu yang utama bagi TUHAN, dan lain sebagainya. Bahkan, sebenarmya kita pun menyadari sesuatu tentang ketidak setiaan kita, kemunafikan kita dll kita masih bisa berkata dimana TUHAN. Saat dalam masalah dan tekanan pun kita baru datang kepada TUHAN dan masih suka bertanya, diaman TUHAN kalau DIA memang ada dan mengasihi saya.

Saya pun menyadari akan hal ini dan tidak bisa di pungkiri sayapun suka bertanya, bukan hanya karena masalah masalah saya tapi juga dengan apa yang ada disekitar kita.

Dimana TUHAN? Benarkah keberadaan TUHAN itu hanya cerita?? Benarkah TUHAN itu mengasihi umatNYA? Benarkah saat ini DIA sedang campur tangan dalam hidup kita? dan ini dan itu...... Benarkah?

Lalu dimana DIA.... Saat aku menangis, karena tak kuasa lagi. saat aku berteriak, TUHAN tolong aku Saat aku tak dapat lagi berkata kata, Saat semua mulai terasa gelap.... Saat orang lain menertawakan ku... bahkan saat aku harus tertawa sinis terhadap diri aku sendiri...

TUHAN tetap ada ditempat dimana DIA berada. DIA berada di tempatNYA yang maha KUDUS dan selalu melihat keberadaan kita. DIA ada dihati kita selama kita mengimaniNYA bahkan disaat kita tidak mau setia kepadaNYA DIA selalu ada didepanmu,membukakan jalan bagi mu DIA selalu ada disamping mu, menggandeng tangan dan berjalan mendampingi mu DIA selau ada dibelakang mu, untuk berkata jangan takut AKU ada bersama mu DIA selalu ada saat kita berseru, sebab DIA hanya sejauh DOA DIA ada didalam diri kita, karena DIAlah nafas hidup kita

Ingatlah.... Bahwa DIA tidak pernah meninggalkanmu, tetapi DIA selalu meninggalkan jejak untuk kita tapaki DIA tahu seberapa kuat kita, sbab itu DIA akan menggendong kiita saat kita lemah DIA selalu melindungi kita,karena kita adalah biji mataNYA DIA selalu berkata, marilah kepada KU, karena aku ingin merangkul mu DitanganNYA terukir nama MU sebagai yang terkasih DIA selalu tampil sebagai pahlawan perang untuk memberi kita kemenangan

Masihkah kita mau bertanya dimana TUHAN????

Saya pun tersadar, ketika hal hal yang harus aku alami dalam hidup ini,karena seharusnya aku bertanya.... Dimana aku? Ya dimana aku saat aku bertanya dimana TUHAN. Haruskah aku komplain haruskah aku berkata TUHAN tidak adil Haruskah aku marah kepada TUHAN, Haruskah aku beberkan semua yang sudah aku buat untuk TUHAN Haruskah aku kecewa Haruskah aku bunuh diri Haruskah aku menyangkal Haruskah.......

rasanya aku harus belajar lagi untuk selalu mengerti akan kasih TUHAN dan bukan sekedar mengerti tentang keinginan aku. Siapa aku, siapa TUHAN. Aku ada... Aku kuat... Aku hidup... Dan aku bisa ini itu... bukan karena aku, tapi karena TUHAN.

Jadi dimana TUHAN? Di setiap perkataan kita, kita mau tetap perkatakan TUHAN YESUS baik Disetiap langkah kita, kita mau sertakan DIA Disetiap rencana kita, kita mau DIA turut campur tangan Disetiap hari, kita selalu bersyukur dihidup kita,biarlah nama YESUS TUHAN yang selalu dipermuliakan.


Leave Your Comments

Please "LIKE"this PAGE

Opini_saya dan Page Berbagi Renungan Harian

Blogroll